Tipografi Dalam Desain Grafis

Tipografi Dalam Desain Grafis dan Tips Menggunakannya

Tipografi Dalam Desain Grafis dan Tips Menggunakan – Memproses gambar memakai media kerap sebut sebagai design grafis. Dalam desain grafis, seseorang harus paham kreatif dan paham mengoperasikan tools yang tidak hanya untuk mengedit gambar, tetapi juga untuk memberikan gaya teks atau tipografi.

Seni cetak dalam desain grafis membutuhkan untuk menata dan memberikan gaya pada huruf agar menarik. Tipografi sudah terkenal sebagai seni menata huruf dengan berbagai jenis gaya font. Tipografi tidak hanya bisa dapat temui desain grafis saja, tetapi pada seni lainnya terkait dengan kepenulisan.

Menggunakan tipografi menjadi elemen untuk menghasilkan gambar desain yang menarik dan memperjelas gambar melalui teks dari tipografi tersebut. Berikut ini penjelasan mengenai tipografi yang ada pada dunia desain

Pentingnya Tipografi Dalam Desain Grafis

Sama seperti yang kita tahu, jika tipografi dalam design grafis sangat penting. Maksudnya untuk memberikan emosi saat seorang membacanya lewat susunan huruf yang terlihat. Tipografi juga sering berhubungan dengan beberapa jenis font yang bermacam. Misalnya ada font bernama Calibri, Arial, Times New Roman, Comic Sans MS, Cambria dan lain-lain.

Karakteristik

Dalam tipografi huruf pada umumnya hampir setiap hurufnya memiliki karakteristik yang dapat sesuaikan dengan kebutuhan si pembuatnya. Bisa berupa huruf tebal, miring, tercoret ataupun lainnya. Berikut ini beberapa karakteristik yang ada pada tipografi.

  1. Bold (tebal)

Huruf bold atau tebal merupakan huruf yang penebalan. Contohnya “Manis”. Huruf yang tebali biasanya sering gunakan untuk memperjelas kata atau kalimat, atau biasanya gunakan untuk menebali judul maupun subjudul suatu teks pembahasan.

  1. Italic (miring)

Huruf italic atau miring merupakan jenis huruf yang miring. Contohnya “Manis”. Huruf yang miring ini biasanya digunakan untuk memperjelas istilah-istilah asing ataupun dibutuhkan untuk menambah keunikan pada huruf.

  1. Underline (garis bawah)

Huruf underline atau garis bawah merupakan jenis huruf yang bergaris bawah. Misalnya “Manis”. Penggunaan huruf yang bergaris bawah biasanya untuk menunjukkan suatu kata yang penting, atau bisa juga mengimplementasikan pada kata atau kalimat yang berisi hyperlink (tautan pada website).

  1. Striketrough (coret)

Striketrough atau huruf tercoret merupakan jenis huruf yang bercoret. Biasanya manfaat untuk menampilkan kesalahan atau sering digunakan untuk marketing harga coret. Contohnya Rp10.000.

  1. Huruf berwarna

Dalam desain grafis, huruf berwarna sering menggunakan untuk memberikan sentuhan nyata pada teks. Teks yang diberi warna-warni akan lebih menarik untuk dibaca. Misalnya “Manis, Pahit, Asam, Tawar”

Tips Menggunakan

Untuk menyusun Tipografi Dalam Desain Grafis terutama pada huruf, seorang desainer grafis harus bisa mengatur font huruf dengan baik dan benar. Selain itu, huruf juga harus sesuai dengan tema yang sedang membawa.

Untuk itu, ada beberapa tips untuk menggunakan desain Yang pertama yaitu mempertimbangkan teks untuk ditempatkan ke dalam karya grafisnya. Pertimbangan font harus benar-benar matang agar hasilnya bisa maksimal.

Setelah itu, desainer mulai memilih warna yang tepat. Gunakanlah warna teks yang tidak sama dengan latar belakang gambarnya. Tujuannya agar teks bisa terbaca dengan baik. Kemudian, mengatur spasi serta aligment pada teks agar terlihat lebih rapi serta enak untuk dibaca. Untuk aligment bisa berupa rata kanan, rata kiri ataupun rata tengah.

Demikian pembahasan mengenai artikel Tipografi Dalam Desain Grafis yang sangat penting untuk kita perhatikan. Pengaturan huruf tipografi sangatlah penting untuk menghasilkan karya yang mudah untuk paham orang. Selain itu, tipografi juga penting untuk media promosi dalam karya desain grafis.