Prinsip Dasar Desain Grafis

Prinsip Dasar Desain Grafis yang Harus Anda Tahu

Dewasa ini, nyaris semua orang dituntut untuk ‘mahir’ dalam urusan desain grafis. Karena selain tuntutan kerja, keahlian satu ini juga bisa menjadi ide bisnis. Menariknya, untuk memiliki keahlian desain grafis ini, ada prinsip dasar desain grafis yang meski Anda perhatikan. Karena bisa Anda jadikan sebagai modal awal untuk terjun ke dunia desain grafis. Selain meski mengetahui prinsip dasarnya, Anda juga akan belajar apa saja elemen-elemen dasar membuat desain, seperti apa desain yang bagus itu, dan lain sebagainya. Di mana, seluruh pengetahuan tersebut memang meski Anda perhatikan dengan baik. Hal ini agar hasil desain grafis Anda memberikan kesan bagi siapapun yang melihatnya.

Prinsip dasar desain grafis

 

Bagi Anda yang sudah terbiasa dengan dunia desain, tentu sudah sangat familiar dengan prinsip-prinsip dasar ini. Berbeda halnya dengan yang baru saja akan terjun. Nah, daripada penasaran, berikut adalah prinsip dasar desain grafis yang memang harus Anda pahami.

Kesatuan

Prinsip yang pertama adalah kesatuan atau unity. Kesatuan di dalam desain grafis itu ada kohesi, ketunggalan ataupun keutuhan, konsistensi. Di mana, seluruh hal tersebut adalah komposisi yang meski Anda pahami. Dengan menerapkan prinsip ini, maka akan membuat setiap elemennya menjadi sebuah perpaduan yang sempurna, tema yang dihasilkan juga akan sangat kuat. Yang secara tidak langsung pasti akan membuat sebuah hubungan yang saling terkait antara yang satu dengan  yang lain. Tentu, kesatuan ini mempunyai peranan yang sangat penting. Karena setiap client tentu menginginkan sebuah desain yang memiliki arti dan makna kuat yang tergambar dalam desain.

 

Keseimbangan

Berikutnya ada keseimbangan atau balance. Dalam hal apapun, kita dituntut untuk bisa balance, atau seimbang. Termasuk ketika membuat desain grafis. Keseimbangan dalam desain grafis ini mencakup semua komponen-komponennya yang meski bisa tampil seimbang. Tidak ada yang terlalu menonjol. Yang artinya, semua meski mendapatkan porsi yang sama. Anda harus bisa memadukan dan menyeimbangkan antara tulisannya, warna, hingga gambar. Agar semuanya bisa tampil sempurna. Tidak ada yang mempunyai porsi lebih. Dalam dunia desain, terdapat dua pangkal yang meski Anda terapkan agar bisa menerapkan prinsip dasar desain grafis satu ini. Yakni keseimbangan yang simetris dan asimetris. Simetris ini akan didasarkan [pada pengukuran yang dimulai dari pusat yang menyebar ke bagian kanan dan kiri. Sementara asimetris ini pengaturan yang cukup berbeda. Yaitu berat benda yang sama pada setiap halaman.

Proporsi

Dalam membuat desain grafis, Anda harus bisa memperhatikan proporsinya. Prinsip dasar satu ini tidak begitu berbeda dengan prinsip sebelumnya. Jadi, proporsi adalah perbandingan antara elemen satu dengan lainnya. Bahkan, bisa kita artikan sebagai perubahan size atau ukuran, dengan tidak mengubah ukuran panjang, lebar, hingga tingginya. Hal ini demi mendapatkan hasil desain yang baik dan indah.

Ritme (rhythm)

Prinsip dasar desain grafis yang selanjutnya adalah ritme. Nah, ritme merupakan pembuatan desain yang menyatukan ‘irama’. Sesuai dengan namanya. Irama sendiri merupakan hasil penggabungan berbagai unsur. Seperti regular, progresif atau gradual, dan mengalir. Untuk lebih jelasnya Anda bisa mempelajari bagian ritme ini lebih dalam.

Penekanan

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam mendesain adalah memberikan penekanan. Perlu Anda ketahui, bahwa dalam sebuah desain, memang harus ada yang Anda tonjolkan, demi mewujudkan tujuan, yakni mendapatkan perhatian dari khalayak ramai.

Demikian seputar prinsip dasar desain grafis yang memang harus Anda perhatikan. Semoga bermanfaat.