Prinsip-Prinsip Desain Grafis, Pemula Wajib Tahu

Prinsip-Prinsip Desain Grafis, Pemula Wajib Tahu

Ketika terjun ke dunia desain grafis, ada banyak hal yang mesti Anda pelajari, mulai dari unsur-unsur desain grafis hingga prinsip-prinsip desain grafis. Pengetahuan mengenai hal-hal tersebut menjadi modal awal bagi Anda.

Karena dengan pengetahuan dasar, ke depannya hasil desain Anda pasti akan membaik. Karena yang namanya prinsip, sudah pasti dibuat sebagai rule yang akan mengembangkan potensi dan hasil dari sebuah kegiatan desain grafis.

Prinsip-prinsip desain grafis

Dalam dunia desain, terdapat 8 prinsip yang mesti diperhatikan. Seperti keseimbangan, kesatuan, proporsi, irama, penekanan, kesederhanaan, ruang, hingga kejelasan,  Namun kali ini, kita hanya akan bahas beberapa saja.

Bagi yang baru belajar, mungkin prinsip-prinsip tersebut terlihat dan terdengar agak rumit ya. Padahal sebenarnya, tidak loh. Asal Anda terus melakukan latihan, maka lama kelamaan skill untuk menyesuaikan prinsip akan berjalan dengan mudah.

Kesatuan atau Unity

Prinsip-prinsip desain grafis yang pertama adalah kesatuan. Di mana, dalam dunia desain, kesatuan ini berarti konsistensi, kohesi, keselarasan segala unsur yang ada pada desain, dan keutuhan.

Ketika memperhatikan prinsip ini, maka desain yang dihasilkan pasti akan lebih padu, bahkan, temanya juga terlihat lebih kuat dan mapan. Misal, ketika memilih tona warna, Anda dapat menggunakan color palette.

Hal ini agar warnanya serasi, tidak ada yang saling tabrakan. Selain itu, selalu gunakan jenis font yang sama, setipe, atau hampir mirip, apabila kebetulan desain yang Anda buat berisi banyak teks.

Keseimbangan

Dalam prinsip keseimangan, Anda meski memastikan, bahwa semua unsur-unsur dalam desain menyatu, perhatikan setiap komposisinya.

Jika Anda bisa menerapkan prinsip balance, maka hasil desain pasti mempunyai nilai yang sangat baik dan jauh lebih komunikatif. Dalam prinsip keseimbangan, terdapat 2 prinsip, yakni keseimbangan radial dengan keseimbangan simetris, sederajat, dan asimetris.

Penekanan

Jadi, penekanan bukan hanya ada pada seni tarik suara ya. Tapi ada juga di deni desain grafis. Nah, penekanan ini merupakan cara Anda dalam menentukan kira-kira bagian mana yang akan ditonjolkan, atau yang akan menjadi prioritas desain.

Karena bagaimanapun, dalam sebuah desain, Anda pasti ingin mengangkat satu buah desain yang paling kuat daripada yang lainnya kan?

Bagian penekanan ini biasanya adalah bagian informasi ataupun kesan yang akan Anda tampilkan kepada semua orang yang melihat desain ini nantinya. Adapun unsur-unsur yang ada pada prinsip satu ini adalah hirarki, kontras, skala dan proporsi.

Hierarki ditentukan berdasarkan susunan atau urutan.

Kontras, menempatkan 2 unsur yang bertentangan dalam 1 frame.

Skala dan proporsi menonjolkan informasi paling utama dalam desain, baik itu dengan cara membuat ukuran font nya lebih besar, atau yang lainnya.

Proporsi

Prinsip-prinsip desain grafis yang selanjutnya adalah proporsi atau proportional. Jika kita artikan secara matematis, maka proporsi adalah perbandingan, antara satu bagian dengan bagian lain.

Nah, dalam desain sendiri, proporsi ini digunakan untuk membandingkan unsur-unsur yang terdapat dalam desain. Hal ini agar tidak bagian yang terlalu berlebihan porsinya, atau sebaliknya.

Contoh, Anda akan membuat sebuah desain mengenai launching buku. Maka, ada bagian yang meski Anda tonjolkan kepada para pelihat desain tersebut.

Yakni judul bukunya dengan cover. Kedua unsur tersebut akan Anda tonjolkan, berbeda dengan unsur yang lainnya.

Itulah dia beberapa prinsip-prinsip desain grafis yang meski Anda pahami. Saat ini, sudah tersedia berbagai website belajar desain yang menyajikan informasi terkait prinsip-prinsip desain grafis ini. Anda bisa mengaksesnya secara gratis.