Idul Adha

Idul Adha Beserta Tata Cara Dan Pelaksanaannya

Hari Raya Idul Adha adalah salah satu Hari Raya besar umat Islam dan biasa disebut juga dengan Hari Raya Idul Qurban, pelaksanaan Hari Raya ini jatuh pada tanggal 10 Di bulan Dzulhijjah sampai dengan 13 Dzulhijjah (hari tasyrik). Hari Raya Idul Adha 1442 H jatuh pada tanggal 10 Juli 2021 nanti umat muslim akan melaksanakan Shalat Ied bersama dan setelah itu mereka melakukan penyembelihan hewan qurban diantaranya kambing, kerbau, domba, sapi bahkan unta.

Dan setelah menyembelih hewan tersebut umat muslim membagi-bagikanya kepada umat muslim lainnya. Peristiwa Idul Adha tersebut bermula pada saat Nabi Ibrahim menyembelih putra kandungnya sendiri untuk Allah SWT. Karena keteguhan hati serta ketaatanya Nabi Ibrahim Allah menggantikan putranya dengan seekor domba untuk disembelih. Dari situlah awal mula peristiwa tersebut bermula.

Ada banyak makna serta hikmah lainnya yang dapat diambil dari hari ray ini, antara lain dimaknai sebagai hari besar untuk memperingati peristiwa penyembelihan oleh Nabi Ibrahim terhadap anak kandungnya sendiri yakni nabi Ismail. Selain itu umat Muslim juga memaknai hari tersebut sebagai tanda puncak dari ibadah haji di Mekkah. Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut :

Ayat Alquran Tentang Idul Adha

Salah satu ayat alquran yang berisi perintah berkurban adalah surat Al-Kautsar ayat 2 yang berbunyi  “Maka Dirikanlah Shalat Karena Tuhan Mu Dan Berkurbanlah”. Pada  Ayat  diatas dijelaskan bahwa Selain Shalat Allah juga memerintahkan untuk kita berqurban. Selain itu umat muslim juga disunahkan untu melaksanakan shalat Idul Adha 2 Rakaat

Bacaan Niat Qurban Idul Adha

Salah satu syarat untuk berqurban adalah niat, baik diucapkan secara lisan ataupun hanya diucapkan didalam hati. Adapun niat qurban untuk diri sendiri Yang berbunyi “Nawaitu An Udhahhi Lillaahi Ta’ala” yang Artinya Saya niat berkurban karena Allah Ta’ala

Kultum Singkat Tentang Idul Adha

Hari Raya Idul Adha adalah hari raya umat Islam dan biasa disebut juga dengan Hari Raya Idul Qurban.  Dan pada perayaan tersebut akan dilaksanakan Shalat Hari Raya layaknya pada saat Hari Raya Idul Fitri. Setelah dilaksankannya Shalat Hari Raya disitulah waktu khutbah dilaksanakan yang mana Imam Shalat mengadakan Kultum Singkat.

Berikut adalah salah satu contoh khutbah idul adha singkat:

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ.  الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلّ وسّلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وِعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ. فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Jamaah shalat Idul Adha hafidhakumullah

Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan haram (dimuliakan) di dalam Islam. Tiga bulan lainnya adalah Muharram, Rajab, dan Dzulqa’dah. Keistimewaan Dzulhijjah ditandai antara lain dengan adanya ibadah-ibadah tertentu yang tidak mungkin dikerjakan umat Islam di bulan-bulan lainnya, yakni haji dan kurban. Secara bahasa dzulhijjah merupakan frasa yang terdiri dari kata dzû (memiliki) dan al-hijjah (haji). Dinamakan demikian karena hanya di bulan ke-12 dalam kalender hijriah ini, ada pelaksanaan ibadah haji.

Syarat Orang Berkurban Idul Adha

Salah satu syarat sah qurban adalah sebagai berikut :

  • Muslim ( Apabila ada seorang non Muslim menyembelih hewan qurban lalu membagikannya, hal tersebut tidak termasuk Berqurban )
  • Mampu ( Pada saat ingin berqurban dianjurkan jika orang tersebut mampu dan berkecukupan secara finansial dan telah melaksanakan kewajibannya menafkahi terhadap anggota keluargannya )
  • Berakal dan Baligh ( Dimana orang yang akan melaksanakan qurban haruslah berakal (Tidak Gila) Dan Baligh maksudnya adalah orang tersebut haruslah sudah berusia dewasa )
Tata Cara Berkurban Di Idul Adha

Berqurban adalah salah satu ibadah yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim A.S sebagai tanda rasa syukur dan menyembah kepada Allah maka ada beberapa hal  yang tidak bisa dilakukan sebelum berqurban. Adapun larangan sebelum qurban salah satunya adalah tidak boleh memotong kuku dan rambut  sebelum hewan qurban tersebut  disembelih.

Makna Berkurban Pada Idul Adha

Salah satu makna idul adha bagi seorang muslim adalah mansucikan diri dan harta, karena dengan kita berqurban kita dapat menumbuhkan rasa peka serta kasih sayang kepada sesama dan tentunya pula dapat mendekatkan diri kepada Allah

Demikianlah bahasan mengenai Tata cara pelaksanaan Idul Adha dan berqurban yang bisa kami sampaikan dan semoga dapat menambah wawasan anda sekalian mengenai perayaan Hari besar umat muslim tersebut.